Aku melihatmu lewat lensa kamera. Sesekali ku bidik tepat saat kau tertawa lebar diterjang ombak. Dari sisi tepi pantai ini aku melihatmu dengan jelas. Ikut tertawa melihat tingkahmu. Kali ini kau melihat ke arahku. Tersenyum kepadaku. Aku jelas ikut menebar senyum untukmu. Aku bahagia. Kau melihat ke arahku lagi. Melambaikan tangan. Matamu berkata agar datang bergabung disana. Aku merespon semuanya. Senyuman. Gelengan kepala. Tapi?
Semua itu bukan untukku. Aku menengok kebelakang. Wanita itu berada tepat sejajar denganku. Namun agak jauh di belakangku. Senyumku berubah. Pahit. Sakit. Aku melihatmu. Kamu berinteraksi dengannya. Bukan denganku. Saat itu juga aku merasa ini hal yang memalukan menyakitkan. Aku memalingkan muka menyembunyikan raut kekecewaanku..
Kau tetap bertelepati dengannya. Aku bersembunyi. Menatap layar handphone. Berharap dilayar tersebut tersedia jawaban mengenai ini. Kosong. Kutatap layar hp yang kosong. Tiba kau memanggil namaku. Aku menengok kebelakang. Wanita itu pergi. Aku melihat kedepan. Kau melambaikan tangan, membuat rangkaian kode dari tangan untuk memfoto. Aku tersenyum kecut. semangatku hilang. Benar benar lenyap ditelan ombak.
Terpaksa aku bangkit. Foto demi foto memenuhi memoriku. Memori hp maupun memori otakku.
Selang beberapa lama selesai sudah piknik hari ini. Kenangan hari ini ditutup dengan hal pahit,yang pastinya tak akan terlupakan.
Kita kembali ke bis setelah semua mandi dan bersih.
Di bis pun aku tak sesemangat pagi tadi. Duduk, menatap kaca melihat hiruk pikuk pantai. Sudah sore. Kurasa aku akan tidur saja. Melepas semuanya.
Kamu tetap sama. Manja. Memintaku ini itu. Akupun hanya bisa melakukannya. Tapi tetap saja kau asik bersmsan ria dengannya. Apalah arti semua itu jika tanpa cinta. Hahaha. Bodoh!
Jalanan macet. Bis hanya berjalan tak lebih dari 5 meter. Ramai para pemudik. Aku pusing. Kau yang tidur bersender padaku. posisiku menahanmu. Aku bertahan dgn posisi yg bagiku sangat tidak nyaman. Tapi sebaliknya untukmu.
Aku menengok kebelakang. Wanita itu juga tertidur. Kulihat langit gelap meneteskan butiran hujan. Hari yang panas melelahkan ini ditutup dengan hujan.
Dijalanan pengendara sepeda motor panik ketika hujan. Berusaha menepi, tapi makin membuat macet jalanan. Tak terkontrol. Bis ini berhenti disebuah pusat perbelanjaan. Kau masih tidur pulas. Tak ingin membangunkanmu,tp aku ingin keluar hanya sekedar menghirup bau hujan. Pelan sekali aku berdiri. Kau kaget dan terbangun. melihatku dgn wajah yang mungkin bisa membuatku bunuh diri saat itu. Wajah tak bersalah,tak berdosa. Hahaha. Bodoh!
Kau bertanya kita dimana. Aku menjawab kita dipusat perbelanjaan dan aku ingin keluar. Kau berkata tak ingin keluar karena hujan. Aku mengangguk pertanda aku akan keluar sendirian saja. Tak kusangka aku keluar bersamaan dengan wanita itu. Aku hanya tersenyum palsu. Hahaha. Bodoh! Bagaimana bisa kau tersenyum bahagia setelah kejadian siang hari tadi. Akupun tak mengerti.
Kubuka payung lipat biruku. Keluar disambut basah air hujan. Wanita itu juga membawa payung. Aku sendiri. Masuk ke toko,memilih beberapa barang. Dan kembali. Hujan semakin deras. Aku menunggu di depan toko beserta rombongan lainnya. Wanita itu berdiri tepat disebelahku. Lagi-lagi aku harus tersenyum palsu. Hahaha. Bodoh! Aku memulai pembicaraan dengannya.
" Hujannya deras.." aku menengok ke langit hitam yg terus menerus meneteskan air hujan.
" Iya.. " jawaban singkat malu-malu darinya.
" Aku gak suka hujan. " kataku
" Kenapa? " tanyanya
Sebelum terjawab, kami terdiam. Melihat sesosok pria didepan pintu bis berteriak. Pria berkaos putih dengan rambut berantakan. Dia meminta pertolongan untuk menjemputnya. Kau melihat kami berdua. Aku tak yakin siapa yg paling kau lihat karena gelap tertutup hujan. Menyuruhku, atau menyuruhnya? Wanita itu tersenyum. Tanda dia paham dengan teriakanmu. Wanita itu membuka payungnya, melangkah maju. Aku tak kalah saing. Kubuka payungku berlari kearahmu dengann senyumanku. Ini tulus. Tapi sakit tertahan disini.
Melihatku berlari,wanita itu tercekat, berhenti dan menunduk. Rasakan apa yang aku rasakan tadi! Hahaha. Bodoh!
Aku disini menjemputmu
Melihatmu di depan pintu
Bajumu bahkan telah setengah basah
Aku menunggumu
Berbagi payung
Bergeser dan yakin
Kau sepenuhnya didalam
Aku tak apa berbasah
Kau mencegahku tuk melakukannya
Menarikku,menahanku
Kita berada dibawah lingkaran payung
Tangkai payung kita pegang bersama
Menjemputmu
Tersenyum kepadamu
Hatiku berdebar
Kita dalam satu lingkaran payung
Saling menjaga dr basah
Jarak ini terlalu dekat
Tapi waktu melambat
Aku ingin kita bertahan disini
Satu payung dibawah hujan
Kali ini aku suka hujan
Hujanlah
Berikan kami perjalanan jauh
Agar aku bisa merasakan
Menyadari kenangan
Dibuat berdasar kenyataan
Terimakasih hujan
Payung biru
Dan
Kamu..
Kita sampai di dpn toko kamu pergi ke kamar mandi. Aku masih menunggu dengan senyuman super bahagia. Momen langka untukku.
Selesai kita pun kembali. Wanita itu melihat dari dalam bis. Melihat kami tertawa bersama dibawah hujan. Kata orang itu romantis.
Ternyata perjalanan ini berakhir sempurna. Pahit diawal,happy ending di akhir.
Andaikan aku bisa berteriak mengatakan bahwa aku menyukaimu. jika aku bisa dan andaikan itu terjadi :)
Hahaha. Bodoh!
*untuk kamu yang mungkin bahkan lupa dengan kejadian satu payung. Hahaha. Bodoh! :)